Ketika sebuah bisnis hanya menerima sedikit prospek, menugaskannya secara manual mungkin tidak sulit. Namun seiring bertambahnya jumlah prospek, penugasan prospek secara manual dapat memakan waktu dan sulit dikelola.
Di sinilah Penugasan Prospek AI dapat membantu.
Penugasan prospek secara manual dan AI memiliki tempatnya masing-masing, namun cara kerjanya sangat berbeda.
Apa Itu Penugasan Prospek Manual?
Penugasan prospek secara manual berarti manajer atau administrator meninjau prospek yang masuk dan memutuskan tenaga penjualan mana yang harus menangani masing-masing prospek.
Misalnya, seorang manajer dapat memeriksa lokasi prospek, persyaratan produk, atau sumber, lalu meneruskan prospek ke bagian penjualan yang sesuai agen.
Pendekatan ini dapat diterapkan pada tim yang lebih kecil dengan jumlah prospek yang terbatas.
Namun, ketika volume prospek meningkat, penugasan manual dapat menyebabkan penundaan, distribusi yang tidak merata, dan pertanyaan yang terlewat.
Apa Itu Penugasan Pemimpin dengan AI?
Penugasan Pemimpin dengan AI menggunakan AI, otomatisasi, dan aturan bisnis yang telah ditentukan sebelumnya untuk membantu menetapkan prospek secara otomatis.
CRM dapat mempertimbangkan informasi seperti:
- Pemimpin lokasi
- Minat produk atau layanan
- Sumber prospek
- Wilayah penjualan
- Ketersediaan agen
- Persyaratan pelanggan
- Beban kerja tim
Prospek kemudian dapat ditugaskan ke staf penjualan yang sesuai tanpa memerlukan distribusi manual untuk setiap pertanyaan.
Penugasan Prospek AI vs Manual
| Penugasan Pemimpin Secara Manual | Penugasan Pemimpin AI |
|---|---|
| Memerlukan pekerjaan manual | Dapat mengotomatiskan distribusi prospek |
| Dapat memakan waktu lebih lama | Penugasan lebih cepat |
| Tergantung pada individu keputusan | Menggunakan data dan aturan yang ditentukan |
| Lebih sulit dengan volume prospek yang tinggi | Lebih cocok untuk volume prospek yang besar |
| Risiko penundaan tugas yang lebih tinggi | Membantu mengurangi penundaan |
| Sulit untuk dipantau dalam skala besar | Lebih mudah dilacak CRM |
Mana yang Lebih Baik?
Tidak ada jawaban tunggal untuk setiap bisnis.
Penugasan manual dapat cocok bila perusahaan memiliki tim penjualan kecil dan menerima prospek dalam jumlah terbatas.
AI atau penugasan otomatis menjadi lebih berguna ketika bisnis menerima ratusan atau ribuan prospek dan memerlukan proses yang lebih cepat dan terstruktur.
Untuk meningkatkan penjualan tim, otomatisasi dapat mengurangi pekerjaan berulang dan memungkinkan manajer untuk lebih fokus pada kinerja penjualan daripada mendistribusikan pertanyaan secara manual.
Mengapa Penugasan Pemimpin AI Berguna
Keuntungan utama penugasan pemimpin AI bukan sekadar otomatisasi. Hal ini tentang menciptakan proses pengelolaan prospek yang lebih konsisten.
Alur kerja yang umum dapat berupa:
Prospek yang Dihasilkan → Prospek yang Diambil → Prospek yang Ditugaskan → Tindak Lanjut → Peluang Penjualan → Konversi
Dengan CRM, manajer juga dapat melacak siapa yang menerima setiap prospek, apakah prospek tersebut dihubungi, dan bagaimana peluang tersebut berkembang.
Kesimpulan
Penugasan pemimpin secara manual dapat berfungsi untuk tim kecil, namun hal ini dapat dilakukan menjadi lebih sulit untuk dikelola seiring bertambahnya volume prospek.
Penugasan Prospek AI membantu bisnis mengotomatiskan distribusi prospek, mengurangi penundaan, dan mengatur proses penjualan dengan lebih efisien.
Untuk bisnis yang menangani pertanyaan dalam jumlah besar, menggabungkan AI dengan otomatisasi CRM dapat membantu tim penjualan menghabiskan lebih sedikit waktu dalam menetapkan prospek dan lebih banyak waktu untuk mengonversinya.
GreenCRM24 membantu bisnis mengelola prospek, penugasan, tindak lanjut, dan aktivitas penjualan dari satu CRM terpusat platform.